GIRL IN THE RAIN

RPG Practice

Danau. Lagi.

Dapat dihitung dengan jari kanan. Berapa kali ia menjejakkan kaki di tempat ini. Dua, tiga kali dengan sekarang. Entah apa yang membuatnya ingin datang kesini. Karena, jujur saja, semenjak kejadian satu tahun yang lalu, dimana dia membuat sebuah kesalahan akibat amarah yang tak dapat ia kendalikan, menyebabkan ia enggan untuk datang ke tempat yang sebenarnya indah ini. Mengingatkannya tentang dia, tentang sahabatnya Lyra yang semakin jarang ia temui. Dimana gadis itu? Sudah lama Rae tidak melihatnya.

Ia terus melangkah, dengan mengenakan jubah yang membalut tubuh kecilnya. Syal berwarna kuning melingkar di lehernya dengan sempurna, meniti jalan untuk mencapai tepian danau yang sejuk. Sore yang indah dengan sisa-sisa cahaya Matahari sebelum kembali ke peraduannya, ditambahi dengan angin senja yang mulai dingin. Membuat Rae harus merapatkan jubah yang ia kenakan dan mengetatkan syal yang melingkari leher itu.

Rae mendesah pelan disaat ia menyadari bahwa tempat ia berdiri sekarang adalah tempat dimana peristiwa satu tahun lalu terjadi, hanya saja sekarang ia sendiri. Berhenti sejenak untuk menghela nafas panjang. Samar-samar manik coklatnya seperti melihat sesuatu. Benda? Oh bukan, melainkan hewan yang bergerak lemah di tanah, seperti mencoba untuk berdiri atau… terbang. Rae berjalan mendekat agar lebih jelas hewan apakah itu, matanya mengerjap ketika mendapati seekor burung gereja yang menggelepar mencoba untuk terbang. Rae langsung berlutut untuk menangkapnya, mengetahui apa yang terjadi dengan burung yang malang itu. Menyentuhnya dengan lembut, namun burung gereja tersebut langsung bereaksi, menjauh dengan sayap yang ia bentangkan. Rae mencoba lagi, kali ini berusaha agar tidak mengagetkan sang burung, perlahan ia menyentuhnya dan menaruhnya ke telapak tangan miliknya. Tak ada perlawanan dari makhluk bersayap tersebut, Rae tersenyum dan mulai meneliti apa yang terjadi.

Awalnya burung itu terlihat tenang ketika Rae menemukan ada sebuah luka kecil di bagian kaki kiri dan sayapnya, mungkin dia sempat diserang predator lain, entahlah. Sebaiknya ia bawa saja burung itu ke Kastil, dia obati saja disana. Ide bagus. Tanpa ia sangka sebelumnya, tiba-tiba burung itu merentangkan kedua sayapnya yang lebar dan langsung melesat terbang rendah. Sontak gadis itu beranjak berdiri dan mengejarnya. Sedikit mengkhawatirkan kondisi hewan yang masih lemah tersebut, tapi dimana? Kasihan burung malang itu.

1 Comment »

  1. OOC:
    1. Timeline: Danau Hogwarts, senja hari, kala matahari akan tenggelam.
    2. Tokoh:
    – Sabrine Rae
    – (edited)
    3. Yang berniat repp, ikuti alur cerita dan timeline nya, ya.

    Comment by irmaellen — June 6, 2009 @ 11:43 am


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment

Blog at WordPress.com.